MENGENAL LEBIH DEKAT KAMPOENG RELAWAN (II)


Kampoeng Relawan (KR) adalah komunitas sosial media para Relawan PMI yang memiliki niat, minat dan daya untuk memajukan kehidupan diri para relawan serta organisasi PMI di masa yang akan datang sesuai Prakarsa Bantul. Dalam mengimplementasikannya, kehidupan di Kampoeng Relawan diharapkan dapat mencerminkan segala upaya baik berbentuk gagasan maupun tindakan sistematis di dunia nyata. Terutama dalam hal menggalang kekuatan dan memanfaatkannya untuk mewujudkan kemandirian relawan sebagai satu hal yang diutamakan dan menjadi roh Prakarsa Bantul yang juga merupakan landasan pokok Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta PMI khususnya.

Kemandirian dapat direalisasikan secara proporsional dan profesional ketika para relawan PMI memiliki kemandirian ekonomi. Sehingga dalam mengantar jasa bagi kemanusiaan, warga KR mampu melaksanakannya dengan cara efektif dan efisien (maksimal). Hal ini merupakan proses panjang dan mengerahkan energi besar.

Mengacu pada situasi kekinian, di saat banyak negara di berbagai belahan dunia mulai mengubah pendekatan ekonominya ke arah pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis pada kekuatan kreatif individu dan/atau kelompok-kelompok kecil kegiatan khusus.  Hal ini sesuai dengan kondisi umum warga KR yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, dengan beragam sumber daya yang selaras dengan trend, kondisi faktual serta peluang besar  mewujudkan kemandirian ekonomi sesuai karakter pribadi masing-masing warga KR. Dengan visi: selalu ada yang lebih baik artinya para warga KR ditantang untuk selalu berupaya maksimal melakukan inovasi-inovasi dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada. Pendekatan ekonomi kreatif membuka peluang lebar-lebar untuk mewujudkan hal di atas.

KSR Undip di sentra kerajinan pandan Kebumen


Ada 15 jenis kegiatan ekonomi kreatif yaitu:
  1. Kerajinan dengan beragam varian-nya.
  2. Seni pertunjukan
  3. Busana (fesyen)
  4.  Layanan Komputer dan piranti lunak (software).
  5. Desain (termasuk desain grafis)
  6. Film, video dan fotografi
  7. Permainan interaktif (video game, komik digital dll)
  8.  Periklanan
  9. Penerbitan dan percetakan
  10. Arsitektur
  11. Musik
  12. Pasar barang seni
  13. Riset dan pengembangan
  14. Televisi dan radio
  15. Kuliner


Dari 15 jenis kegiatan di atas, berdasarkan prakiraan sementara, ada 11 sub sektor (jenis kegiatan kreatif)  yang berpeluang besar dapat diwujudkan segera yaitu:
  • kerajinan,
  • busana,
  • kuliner,
  • film-video dan fotografi,
  • kuliner
  • desain,
  • permainan interaktif,
  • layanan komputer dan piranti lunak,
  • pasar barang seni,
  • penerbitan dan percetakan serta
  • televisi dan radio.


Pada sub sektor kerajinan misalnya, KR dapat menjalin kerjasama dengan Himpunan atau organisasi profesi yang telah ada semisal Hipando (Himpunan Perajin Anyaman Indonesia), Asephi (Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia/Asephi) dan Indonesia Diaspora Network (IDN) untuk akses pemasaran produk-produk warganya. Karena di setiap daerah terdapat potensi kerajinan khas dan unik tapi belum dikelola maksimal. Warga KR yang berminat menekuni kegiatan kerajinan dapat bekerjasama dengan organisasi-organisasi di atas dan atau Kementrian yang kompeten. Tentang sumber dana, ada peluang untuk memberdayakan dana program pertanggung-jawaban sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/ CSR) berbagai perusahaan yang di tempat atau karena alasan tertentu masih mencari mitra kerja potensial. Tentang hal ini dan beberapa tulisan saya mungkin dapat memperkuat penjelasan tentang ekonomi kreatif dan OVOP.


Untuk itu, kemandirian ekonomi di dalam KR akan diupayakan dengan 3 misi :
  1. Social/ Sociopreneurship: kewirausahaan yang berbasis sosial yaitu kegiatan bisnis yang dilakukan dengan melibatkan banyak orang sesuai asas gotong royong. Tujuan utama bisnis yang berorientasi mendapatkan keuntungan ekonomi diimbangi dengan pelibatan secara aktif dan produktif semua anggota komunitas. Bidang (sub sektor) ekonomi kreatif yang sesuai untuk ini adalah kerajinan, kuliner, percetakan dan penerbitan serta film-video dan fotografi. Untuk mengetahui kegiatan dan organisasinya ( Asosiasi Kewurausahaan Sosial Indonesia ) .  
  2. Technopreneurship: kewirausahaan berbasis teknologi. Sub sektor kegiatan ekonomi kreatif yang sesuai untuk ini adalah layanan komputer dan piranti lunak; televisi dan radio serta riset dan pengembangan. Pengertian dan ruang lingkup technopreneurship perlu dipahami lebih dulu. Juga ada di sini.
  3. Entrepreneurship: kewirausahaan yang dilakukan secara individual atau kelompok kecil ( 1 – 10 orang). Sub sektor kegiatan ekonomi kreatif yang sesuai diantaranya busana, musik, perikalanan, film-video dan fotografi, pertunjukan, pasar barang seni, desain, arsitektur, kuliner dam permainan kreatif.


Firman melayani Konsumen

Agar tidak rancu, KR membentuk Kedai Kawan yang akan berperan sebagai holding company yang mewadahi tiga unsur kewirausahaan di atas. Bentuk badan usahanya bisa Koperasi atau perseroan terbatas. Teknis dam tata cara pembentukannya ada dibahas secara khusus. Sementara itu, kegiatan sosial KR tetap berjalan sesuai dengan Prakarsa Bantul yang akan mendorong upaya-upaya nyata dan terstruktur untuk memajukan warga KR, relawan maupun organisasi PMI pada umumnya.

This entry was posted in ,,,,,,,,. Bookmark the permalink.

Leave a Reply